Penjelasan Logis Gus Rommy Tentang Kasus “Penyerangan Tokoh Agama”

376
Penyerangan Tokoh Agama

Melihat kasus penyerangan tokoh agama yang terjadi dekat ini, mengingatkan saya dengan Dolores O’riordan. Hubungannya apa? yha gak ada hubungannya, saya kan hanya bilang mengingatkan bukan menghubungkan. Jadi , Dolores adalah vokalis grup musik The Cranberries yang salah satu lagunya berjudul “Zombie” menjadi lagu yang sering masuk daftar putar lagu favorit. Saya kutipkan sedikit lirik lagu “Zombie” >> Another mother’s breaking , Heart is taking over , When the violence causes silence, We must be mistaken<<. Artinya, ketika kekerasan didiamkan, pasti ada pihak yang disalahkan.

Kasus penyerangan tokoh agama menunjukkan bahwa kekerasan menjadi tujuan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu, menciptakan persepsi masyarakat umum bahwa dalam pemerintahan sekarang sering muncul masalah keamanan. Inilah pendapat logis Gus Rommy  menanggapi kasus penyerangan tokoh-tokoh agama, dapat dilihat juga videonya yang berjudul Gempar ! Romahurmuziy: Eks Orang Kuat RI Dibalik Aksi Orang Gila S3rang Ulama Untuk Jatuhkan Jokowi.

Penjelasan Fenomena Penyerangan Tokoh-tokoh Agama

“Pertama, kita tahu persis bahwa ada orang-orang yang mendadak gila, tetapi  melakukan penyerangan dengan tepat sasaran. Kedua, bahwa  yang disasar adalah pemuka agama Islam, tentunya ada dari lingkungan Nahdlatul Ulama, ada dari lingkungan Persis. Ada juga yang beragama Budha dan beragama Katolik. Ketiga,  tidak ada kebetulan yang terus-menerus, sebuah kebetulan yang terus-menerus itu artinya desain”. Bagaimana? Logis kan penjelasannya Gus Rommy.

Analisis Historis

Secara pandangan historis, sejarah atau peristiwa itu tidak dapat terjadi dua kali, tetapi dapat bersifat empirik (pengalaman) yang berupa pengulangan pola, modus, dan fenomena yang hampir sama.  “Di tahun 1995, 1996, 1997 mendadak ada sejumlah  penghilangan nyawa, pembunuhan kepada  sejumlah ulama-ulama kampung, ustadz-ustadz langgar yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama di Jawa Timur dengan tuduhan dukun santet. Kita ingat almarhum Gus Dur mengidentifikasinya sebagai ‘operasi naga hijau’.”

Tujuan Penyerangan

Jangan mudah menyimpulkan bahwa kasus penyerangan ini hanya tindakan tidak bermotif yang dilakukan orang gila. Lantas tujuannya apa? “Yang dituju adalah terciptanya persepsi publik bahwa ada kondisi tidak aman di bawah pemerintahan ini. Karena itu, maka kemudian masyarakat bisa menilai pemerintah hari ini sebagai pemerintahan yang tidak aman. Nah tidak mungkin tidak terencana , karena waktunya berurutan, sasarannya konsisten yaitu para pemuka agama, dan message (pesan) yang disampaikan kepada publik sama, bahwa ada permasalahan kemananan di bawah pemerintahan hari ini”.