NTUP dan NTP Naik sebagai Indikator Kesejahteraan Petani Naik

396
Foto dokumen istimewa.

Sektor pertanian merupakan sektor utama yang berperan penting pada perekonomian nasional dalam menyerap tenaga kerja, sumber pertumbuhan ekonomi, dan penyumbang devisa. inflasi pangan dua tahun terakhir juga bisa ditekan hingga di bawah 2 persen. Angka ini merupakan representasi harga pangan stabil dan terkendali.

“Capaian inflasi pangan yang terkendali merupakan sinergi pihak-pihak di kementerian dan lembaga pemerintah yang berperan menjamin produksi dan ketersediaan pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat”. Hal ini disampaikan dalam keterangan tertulis di akun Twitter resmi Kementerian Pertanian.

Upaya kementerian dan lembaga (K/L) pemerintah mengendalikan inflasi melibatkan BULOG, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Bank Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Semuanya menjalankan kebijakan yang bisa mengendalikan inflasi pangan, baik dari modal, produksi, distribusi.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan daya beli petani nasional pada bulan Mei 2018 mengalami peningkatan. Dalam data yang dirilis BPS, Nilai tukar petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) sama-sama mengalami peningkatan. BPS menyebutkan NTP Nasional dari tahun 2014 sebesar 102.03, naik 0.97 persen di angka 102,25. Sementara NTUP pada 2014 mencapai 106,05 naik 5,39 persen menjadi sebesar 111,77 persen.

Peningkatan NTUP dan NTP menjadi indikator utama dalam mengukur tingkat kesejahteraan petani. Peningkatan kesejahteraan petani diikuti penurunan penduduk di pedesaan sebagai tempat atau wilayah tempat tinggal petani. Penduduk miskin pedesaan pada Maret 2018 sebanyak 15,81 juta, menurun dibandingkan Maret 2014 sebanyak 17,77 juta.