Jokowi Nilai Rommy Punya Intelektualitas Prima

559
Foto Pribadi.

Pendaftaran pilpres 2019 kurang sebulan lagi, masyarakat Indonesia menanti dan menunggu calon yang akan maju bertarung untuk memperebutkan orang nomor satu dan dua di Indonesia. Calon petahana Joko Widodo dipastikan akan maju lagi untuk meneruskan agenda pembangunan yang masih berjalan. Sementara itu, pesaing Jokowi dalam pilpres 2019 masih samar belum diumumkan kepada publik.

Di masa gegap gempita soal siapa saja yang akan menjadi calon pemimpin negeri ini, ada tokoh politik yang menarik perhatian publik dalam beberapa bulan terakhir ini, tokoh itu adalah M. Romahurmuziy Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Romahurmuziy dalam beberapa bulan belakangan sangat dekat dan intens berkomunikasi dengan Jokowi, bahkan Rommy adalah orang yang dipersilakan Jokowi untuk mengumumkan kepada publik 10 bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Beberapa pandangan dan penilaian dialamatkan pada sosok yang dalam beberapa penampilannya banyak memunculkan gagasan dan ide solutif dalam mengurai tantangan-tantangan Indonesia ke depan.

Bahkan namanya masuk dalam 10 bakal calon wakil presiden yang dikantongi Jokowi. Secara rekam jejak, Rommy memang terbilang sangat sedikit tampil di panggung politik Indonesia. Namun perlu dicatat dengan baik, Rommy dengan kemampuan dan langkah strategisnya secara cepat mampu menjadi perhatian nasional dengan tampil di banyak acara televisi. Dalam banyak acara televisi itu, Rommy mampu mewacanakan nasionalis-agamis,  mewacanakan revolusi industri 4.0, dan dapat memberikan argumentasi yang mumpuni soal politik identitas dan terorisme.

Jokowi dalam pidato saat acara Munas Alim Ulama PPP mengatakan Romahurmuziy adalah sosok santri, muda, dan intelektual. Dia menambahkan bahwa penilaian itu muncul dari hati yang paling dalam saat ditanya untuk menggambarkan sosok Romahurmuziy

“Mendengar apa yang disampaikan beliau (baca: Romahurmuziy) tadi yang lebih dari 1 jam menunjukkan intelektualitas yang sangat prima” cuplikan pidato Jokowi, (14/4/2018).

Romahurmuziy adalah tokoh politik yang muncul setelah badai konflik internal PPP dari 2014, Rommy secara sah menjadi Ketua Umum PPP setelah ada putusan Mahkamah Agung. Di umur 43 tahun, Romahurmuziy menjadi ketua umum partai politik termuda, dan diharapkan bisa mengisi sosok pemimpin muda Indonesia di masa depan.

Rommy selalu memberikan semangat kepada kawan-kawan dan para kader untuk terus optimis. “Seluruh cobaan yang tidak menghancurkanmu, akan menguatkanmu”, kata Rommy.

Menanggapi kesiapannya dalam membawa PPP mengarungi pemilihan umum, Rommy sangat percaya diri dengan modal semangat generasi muda yang dimilikinya mampu menarik suara generasi milenial. Keyakinannya itu didasarkan data bahwa di tahun 2019, 39 persen pemilih nasional berumur di bawah 40 tahun.

PPP sejak dinahkodai Romahurmuziy terlihat mulai punya warna dan langkah atau strategi politik yang baik. Romahurmuziy membuktikan PPP masih punya taji, di pilkada serentak 2018 PPP mampu menyapu bersih Jawa dengan menempatkan kadernya sebagai gubernur dan wakil gubernur di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.