Gus Rommy Paparkan 10 Keunggulan Jokowi Menjadi Presiden

527
Ketum PPP Apresiasi Empat Tahun Kepemimpinan Jokowi
Foto pribadi.

Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy menyebut 10 keunggulan Jokowi. Gus Rommy berharap para fungsionaris dan caleg PPP dapat menyebarkan dan menjelaskan keunggulan dan kulaitas Jokowi kepada masyarakat luas.

“Dengan 10 alasan yang telah disampaikan, hendaknya setiap fungsionaris partai mensosialisasikan ini kepada seluruh konstituen, dan setiap caleg hendaknya juga sekaligus menjadi juru kampanye PPP untuk pemenangan Jokowi-Amin” kata Gus Rommy dalam keterangan tertulis, (5/1/2019).

Dalam keterangan tertulisnya, Gus Rommy menyampaikan 10 alasan kenapa harus memilih Jokowi.  10 alasan tersebut merupakan keunggulan dan bukti nyata kerja Jokowi selama 5 tahun menjadi presiden.

Pertama, seorang pemimpin di dalam Islam adalah pelayan umat (khadimul ummah) itulah mengapa raja Saudi Arabia menamakan dirinya Khadimul Haromain (pelayan dua tanah suci). Sementara Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an. Keseharian Jokowi menunjukkan agenda yang bisa mencapai 5-12 kali kegiatan dalam sehari. Dari para menterinya, saya mendapatkan konfirmasi belum pernah mereka mengikuti agenda presiden yang sepadat pak Jokowi.

Kedua, dapat dipercaya (amanah) atas janji kampanyenya pada tahun 2014. Sebagian besar janjinya sudah tertunaikan, meskipun ada sebagian kecil yang belum tercapai. Kalau diurut yang besar-besar, mulai dari membayar ganti rugi Lapindo, penenggelaman kapal-kapal ikan asing ilegal, BBM satu harga di seluruh Indonesia, besaran alokasi dana desa yang terus menuju perintah undang-undang, dll.

Ketiga, pribadinya bersih. Pak Jokowi tidak pernah terdengar melibatkan anak-anak atau saudaranya dalam berbagai proyek mega infrastruktur ataupun proyek lainnya yang begitu mudah bagi seorang presiden untuk melakukannya. Bahkan anak-anaknya masih  tetap berjualan martabak dan pisang untuk penghasilannya, satu hal yang tidak akan pernah ditemui di era presiden siapapun di Indonesia.

Keempat, figurnya merakyat. Pak Jokowi adalah figur yang tidak pernah mengambil jarak dengan rakyat yang dipimpinnya. Sebagai presiden, pak Jokowi tidak pernah mau terbatasi oleh protokol dan paspampres, bersedia makan di warung kelas apapun, bisa menginap di hotel kelas Melati pun bahkan rumah warga, paling mudah diajak selfie diantara semua pejabat, dan tidak pernah menolak bersalaman dengan siapapun bahkan dengan orang yang menjelek-jelekkannya.

Kelima, kerja infrastrukturnya nyata terbangun hanya dalam hitungan 4 tahun dan masih menyisakan setahun lagi hingga Oktober 2019. Mulai dari tol trans Sumatera, tol trans Jawa, jalan trans Sulawesi, jalan trans Papua, berbagai bendungan, dan rasio elektrifikasi nasional yang sudah mendekati 100 persen.

Keenam, responsif terhadap seluruh situasi. Pak Jokowi selalu hadir yang pertama diantara seluruh pejabat di setiap kejadian bencana dan memimpin langsung mengatasi masalahnya. Tak jarang, ia hadir sebelum bupati/walikota atau gubernur wilayah yang terkena bencana. Ia tahu koordinasi adalah hal yang tersulit dilakukan dalam birokrasi kita, karenanya harus birokrat nomor satu di Indonesia yang turun tangan, yakni presiden itu sendiri.

Ketujuh, nasionalismenya terbukti. Tatkala pak Jokowi difitnah dengan label pro asing, langkahnya untuk nasionalisasi blok migas dan tambang terbesar di Indonesia pelan tapi pasti terlaksana. Blok minyak terbesar di Rokan, Riau, yang semula dikelola Chevron, perusahaan Amerika Serikat, sekarang sudah kembali ke tangan Pertamina. Blok gas terbesar di Mahakam, Kalimantan Timur, yang semula dikelola Total, perusahaan Perancis, sudah kembali ke Pertamina. Perusahaan emas dan tembaga terbesar di Indonesia, Freeport McMoRan, yang semula 91% dikuasai Amerika Serikat, saat ini sudah 51% dikuasai Inalum, BUMN Inalum. Tindakan ini bukan tanpa resiko terhadap dunia internasional, buktinya belum ada satu presiden pun yang berani melakukan. Namun nasionalisme pak Jokowi menepis semua itu dengan satu keteguhan: Demi Indonesia.

Kedelapan, prestasinya mengentaskan kesejahteraan rakyat bukan hanya kata-kata. Melalui Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sejahtera, pak Jokowi mampu mengantarkan Indonesia pada angka kemiskinan 9,82% pada bulan Maret 2018, terendah dalam sejarah RI. Begitupun angka pengangguran mencapai 5,1% pada Juli 2018, juga terendah sejak reformasi.

Kesembilan, keberpihakannya pada  umat Islam nyata tanpa orasi dan propaganda. Di saat orang lain berpidato keberpihakannya kepada umat Islam dan melabelkan pro komunis kepada lawannya, pak Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional, meluncurkan Bank Wakaf Mikro untuk peningkatan ekonomi rakyat kecil di sekitar pesantren, membangun 1.000 Balai Latihan Kerja Pesantren, membuat Beasiswa LPDP khusus Santri, membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dan aneka program lain untuk umat Islam.

Kesepuluh, tawadlu’nya kepada ulama diwujudkan dengan aksi nyata. Di tengah lawan politiknya mengabaikan ijtima’ ‘ulama dan tidak pernah memperjelas kualitas keislamannya, pak Jokowi tercatat sebagai presiden yang paling sering berkunjung ke pesantren, bersilaturahmi dengan para ‘ulama, dan puncaknya adalah memilih ‘ulama, yaitu KH Ma’ruf Amin, sebagai pendampingnya memimpin Indonesia. Sebagai partai yang didirikan para ‘ulama, tidaklah lagi ada alasan bagi PPP untuk tidak memilih pak Jokowi. Meminjam judul lagu KLA Project, lagu PPP untuk  pak Jokowi adalah “Tak Bisa ke Lain Hati”.