Dibandingkan Tahun 2017, Kunjungan Wisman Meningkat 11,63 Persen di Tahun 2018

184
Foto dokumen istimewa (ANTARA/Anis Efizudin).

Beberapa bencana yang melanda Indonesia di bulan Agustus dan September berpengaruh besar terhadap target kunjungan wisatawan ke Indonesia. Dilansir dari Kompas.com, menurut Arief Yahya Menteri Pariwisata kunjungan wisaman yang ditargetkan 17 juta di tahun 2018 meleset di angka 16 juta. Namun Arief menyebut target pendapatan devisa dari sektor pariwisata sudah tercapai dengan mencatat angka 17,6 milyar US dollar.

Secara kumulatif dari Januari sampai November 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,39 juta kunjungan atau naik 11,63 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 12,89 juta kunjungan.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Oktober 2018, jumlah kunjungan wisman pada November 2018 mengalami penurunan sebesar 11,26 persen.

BPS mencatat jasa pelayanan hotel sebagai faktor utama pendukung sektor pariwisata terbilang meningkat. Menurut BPS Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada November 2018 mencapai rata-rata 60,19 persen atau naik 2,31 poin dibandingkan dengan TPK November 2017 yang tercatat sebesar 57,88 persen. Begitu pula, jika dibanding TPK Oktober 2018, TPK hotel klasifikasi bintang pada November 2018 mengalami kenaikan sebesar 1,35 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama November 2018 tercatat sebesar 1,85 hari, terjadi kenaikan 0,05 poin jika dibandingkan keadaan November 2017. Angka rata-rata lama tamu menginap sangat penting untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan wisatawan selama berkunjung ke Indonesia.