6 Kesamaan K.H. Tolchah Mansoer dan Romahurmuziy

785

Zunatul Mafruchah saat ditanya oleh reporter Sahabat Romahurmuziy pernah mengatakan bahwa adiknya, yaitu Romahurmuziy sangat mirip dengan ayahnya, K.H. Tolchah Mansoer.

Banyak sifat-sifat K.H. Tolchah Mansoer ada pada sosok si bungsu, Romahurmuziy. “Dan itu yang membuat kami sekeluarga senang,” tutur Zunatul Mafruchah.

Dari situ, tim reporter Sahabat Romahurmuziy berniat ngepoin lebih lanjut apa saja sih kemiripan antara ayah-anak selain yang dipaparkan oleh keluarga besar Tolchah Mansoer-Umroh Machfudzoh?

Dan berikut, hasil investigasi tim jurnalis Sahabat Romahurmuziy:

Lahir di tanggal 10 September

Dua lelaki yang dalam darahnya mengalir darah Madura ini rupanya memiliki tanggal spesial, yaitu tanggal 10 September. Ya, keduanya ternyata sama-sama terlahir pada tanggal 10 September.

Angka 10, kini bahkan menjadi angka keberuntungan sang anak, karena partai politik yang kini tengah dipimpinnya mendapatkan angka spesial bagi ayah-anak ini, yaitu angka 10.

Suka Membaca

Kutu buku menjadi ciri khas keduanya. Dalam tulisannya, Romahurmuziy mengisahkan bagaimana istikomahnya sosok ayahnya dalam aktifitas membaca. Sehingga kebiasaan ini sangat mempengaruhi dirinya dalam mencintai buku.

Suka Musik

Diam-diam adalah seorang pianis. Ya, K.H. Tolchah Mansoer memiliki kebiasaan memainkan piano di rumahnya. Itu sangat diingat oleh Romahurmuziy. Dan Romahurmuziy sendiri menyalurkan hobi di dunia musik bersama band Bhineka Svara IX sejak saat SMA hingga kini.

Bakat Otodidak

K.H. Tolchah Mansoer masyhur sebagai orang yang otodidak. Dan pada sebuah sesi interview bersama Romahurmuziy, SR menemukan pengakuan bahwa kemampuan MTQ Romahurmuziy dipelajarinya secara otodidak lewat kaset-kaset lawas yang dimilikinya. Begitupula dengan kemampuannya bermain musik.

Melek Ilmu Agama dan Ilmu Umum

“Bagi NU, Tolchah merupakan aset yang tak ternilai. Ia telah melakukan apa yang dulu selalu diidolakan oleh para kiai, yaitu menjadi intelektual-kiai. Intelektual kiai bisa bermakna ‘intelektual kiai’ sebagaimana bahasa aslinya, bisa berarti ‘kiai intelektual’, ‘kiainya intelektual’, atau ‘intelektualnya kiai’. Keempat makna di atas, menurut saya, bisa semuanya benar melekat bersama-sama bila kata ‘intelektual kiai’ tersebut dialamatkan kepada Mas Tolchah.”

Begitu tutur K.H. Tolchah Hasan tentang ayah Romahurmuziy. Ini menunjukkan betapa kualitas ilmu agama dan ilmu umum seorang Tolchah Mansoer sangat diakui. Dan anaknya, Romahurmuziy, seorang yang lahir dari tradisi santri adalah seorang lulusan ITB, salah-satu kampus ternama di negeri ini.

Gemar Silaturrahmi

Silaturrahmi adalah suatu kebiasaan khas yang melekat dalam diri K.H. Tolchah Mansoer yang mana menurut pengakuan keluarga, sangat menurun dalam sosok Romahurmuziy. Rupanya, menjadi seorang yang menjaga ikatan silaturrahmi adalah pesan ayahnya kepada Romahurmuziy.

“Ketiga, terus jalin silaturrahmi, karena itulah yang akan menguatkan di saat kita sulit,” begitu Romahhurmuziy menuturkan kembali pesan ayahnya. (nda)