5 Kewajiban Pemimpin di Dalam Islam

884
Arsip pribadi sahabatromahurmuziy
Ada 5 tugas pemimpin dalam Islam yang disampaikan Romahurmuziy dalam salah-satu ceramah agamanya. Dan 5 tugas ini menurut Romahurmuziy, menjadi kewajiban siapapun yang ditunjuk dan diberikan amanah sebagai pemimpin.
Adapun 5 kewajiban pemimpin tersebut adalah sebagaimana berikut:
Pertama, Hifdz al-Diin (Menjaga Agama). Seorang pemimpin wajib menjaga agama yang dipimpinnya. Layaknya ia memberikan dan memastikan kebebasan rakyatnya dalam menjalankan keberagamaan dan peribadatannya.
Kedua, Hifdz al-Nafs (Menjaga Jiwa). Seorang pemimpin juga memiliki kewajiban menjamin kedamaian, keamanan, kesentosaan, dan keselamatan rakyatnya. Sederhananya, pemimpin dapat memastikan bahwa rakyatnya tidak akan terganggu oleh apapun.
Ketiga, Hifdz al-Aql (Menjaga Akal). Seorang pemimpin dituntut memastikan terselenggaranya kebebasan berpendapat, berpikir, mengeluarkan pikiran-pikirannya baik lisan maupun tulisan, begitu tutur Romahurmuziy. Artinya apa?, sambung Romahurmuziy lagi. Yaitu  bebas, rakyat dipersilahkan untuk berkreasi. “Dan seorang pemimpin tidaklah anti kritik,” katanya, “karena pujian yang paling tulus adalah dari musuh kita, bukan dari sahabat kita.”
Keempat, Hifdz al-Maal (Menjaga Harta). “Memastikan seluruh warganya memiliki harkat dan martabat, yang dilambangkan dengan kesejahteraannya yang naik, harta bendanya yang meningkat,” begitu Romahurmuziy menjelaskan kewajiban nomor empat ini.
Kelima, Hifdz al-Nasl (Menjaga Keturunan). “Memastikan lahirnya generasi salafus salih, penerus-penerus generasi Rabbani yang memastikan Islam ya’lu wala yu’la alaihi, bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi lagi di dunia ini,” tegas Romahurmuziy.