Perjuangan

583
Pembacaan Puisi oleh Romahurmuziy dalam acara Malam Kebudayaan Pesantren, (10/10/2018).

Puisi ini dibuat dan dibacakan oleh Ketua Umum PPP, M. Romahurmuziy yang dipersembahkan dalam acara Malam Kebudayaan Pesantren, yang digelar di Krapyak, Yogyakarta. (10/10/2018).

Sekumpulan anak muda dengan kopiah hitam dan sarung berlarian menuju panggilan adzan.
Surau tua berada di ujung senja, gelegar suara toa mengisi seluruh ruang hampa
Matahari tenggelam, hari perlahan gelap membuka cakrawala bintang-bintang
Dari kejauhan terdengar kerumunan bacaan Al-Quran dan shalawat pujian nabi saling bersahutan.

Mereka, para kyai dan santri adalah pondasi bagi berdirinya bangsa ini
Yang tidak akan pernah kami lupakan jerih payah keringat letihnya
Demi persembahan terbaik untuk anak cucu dan pewarisnya.

Doa-doa dan perjuangan mewarnai tegaknya sang saka merah putih
Bumi nusantara yang subur dan berlimpah harus kita syukuri
Agar menjadi barokah di kemudian hari.

Teringat olehku, fatwa Kyai Hasyim Asyari yang menyebut Hubbul wathan minal iman
Ya, mencintai negeri adalah sebagian dari iman
Sebab, negeri ini bukanlah hadiah yang di persembahkan Tuhan tanpa perjuangan.
Tanpa pengorbanan, negeri ini tak akan berdiri
Akan selalu kuingat, semua doa yang kalian panjatkan demi kami.
Akan selalu kuingat, mujahadah yang kalian lakukan agar damai bangsa ini.
Akan selalu kuingat, semua yang kalian korbankan demi kebahagiaan seluruh anak negeri
Terimakasih kiai dan santri, yang berjuang agar tegak berdiri, surga dunia bernama Indonesia ini.

Yogyakarta, 10 Oktober 2018.

Baca juga: Gus Rommy Bacakan Puisi “Santri Berkopiah Hitam” di Malam Kebudayaan Pesantren