Kalah Dalam Jumlah, Nabi Muhammad SAW Bersama Sahabat Menangkan Perang Badar

880
Kalah Dalam Jumlah, Nabi Muhammad SAW Bersama Sahabat Menangkan Perang Badar
Foto dokumen istimewa.

Perang Badar merupakan perang kemenangan pertama bagi kaum muslim atas kaum Quraisy, kaum yang melawan kaum muslim secara terang-terangan. Terjadi di lembah Badar yang terletak 125 km dari Madinah pada 7 Ramadhan, dua tahun setelah hijrah.

Berawal dari penyerangan kaum Quraisy terhadap kamu muslim yang dipimpin oleh Kurz bin Habbab al-Fihri, mereka menyerang dan menguasai harta benda milik kaum muslimin yang ada di kota Madinah, seperti merampas kambing dan unta. Namun, jauh sebelum itu kaum Quraisy sudah melakukan penyiksaan terhadap kaum muslimin dan merampas harta benda sahabat nabi di kota Makkah sejak Rasulullah SAW melakukan risalah dakwah.

Ketika Rasulullah mendengar rombongan dagang Quraisy sebanyak 40 orang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Quraisy dan ‘Amr bin al-’Ash akan kembali ke Mekkah dari Syam dengan membawa harta orang-orang Quraisy yang mencapai seribu ekor unta, maka Rasulullah mengajak kaum muslimin untuk bergerak mendatanginya. Kaum muslimin keluar dengan lebih dari 300 pasukan tentara termaksuk dua ekor kuda dan 70 unta yang ditunggangi secara bergantian untuk dua sampai tiga orang.

Pasukan Rasulullah tidak bermaksud untuk menyerang, namun Abu Sufyan salah satu dari rombongan yang lolos telah mengantar pesan kepada kaum Quraisy untuk datang menyelamatkannya. Kemudian, kaum Quraisy datang dengan pasukan yang terdiri dari 1000 lelaki, 600 pakaian perang, 100 ekor kuda, 700 unta, dan dengan persediaan makanan yang mencukupi.

Meskipun satu dari banyak sahabat Rasulullah sempat cemas, pada akhirnya semua sahabat Rasullullah yakni komandan pasukan Muhajirin Abu Bakr dan Umar bin al-Khattab serta al-Miqdad bin al-Aswad memantapkan hati untuk bertarung melawan kaum Quraisy bersama Rasulullah SAW dengan ridho Allah SWT.

Baca Juga: Peringati Tahun Baru Hijriyah, Gus Rommy Luncurkan Video Klip Shalawat Badar

Dengan strategi Rasulullah dan para sahabat nabi serta pertolongan Allah SWT, pasukan muslimin berhasil mengalahkan kaum Quraisy. Sebanyak 70 orang kafir terbunuh termaksuk 24 pemimpin kaum Musyrikin Quraisy yaitu Abu Jahal, Syaibah bin Rabi’ah, dan Utbah bin Rabi’ah beserta anaknya al-Walid bin Utbah yang dimasukkan ke dalam lubang-lubang di Badar, serta 70 dijadikan tawanan. Sementara sebanyak 14 orang muslimin gugur sebagai syuhada, yakni 6 orang dari kalangan Muhajirin dan 8 orang dari kalangan Anshar.

Hari di mana perang Badar terjadi disebut sebagai Yaum al-Furqan atau hari pembeda, karena allah SWT hendak membedakan antara yang haq dan yang batil. Walaupun jumlah pasukan Rasulullah kalah besar daripada pasukan kaum Quraisy, namun Allah mengangkat kebenaran dan merendahkan kebatilan.