Romahurmuziy Pertanyakan Mendagri Terkait Impor Beras

187
Romahurmuziy Pertanyakan Mendagri Terkait Impor Beras
Foto pribadi

Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy pertanyakan impor beras terhadap Mendagri yang dilakukan di tengah surplus berdasarkan data terbaru BPS. Romahurmuziy mengungkapkan bahwasanya semenjak reformasi tahun 1998, Indonesia mengalami defisit produksi beras yang menjadi jawaban atas harga beras yang tidak turun.

Senin (22/10), Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 menyampaikan hasil perhitungan beras dalam rapat lintas Kementerian dan Lembaga di Kantor Wakil Presiden. Disebutkan bahwa angka surplus beras sebesar 2.8 juta ton. Namun data tersebut dinilai berada dibawah angka perkiraan surplus beras Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal tersebut memicu kesimpulan adanya surplus beras sebanyak 2,8 juta ton yang angkanya masih dibawah perhitungan Kementan, sebesar 13,03 juta ton. Kendati begitu, publik diharapkan tidak membandingkan perbedaaan angka BPS dan Kementan. Sebab, Kementan dinilai tidak mengolah dan menyajikan data, melainkan menggunakan data yang telah diolah BPS.

Dalam perhitungan guna mendapatkan hasil produksi beras, BPS bersama kementerian dan lembaga terkait melakukan beberapa tahapan, antara lain; perhitungan Luas Lahan Baku Sawah Nasional, perhitungan Luas Panen dengan metode baru Kerangka Sampel Area (KSA), dan perhitungan Tingkat Produktivitas lahan Per Hektar.

Dengan memperhitungkan potensi sampai Desember 2018, BPS memperkirakan total produksi mencapai 10,9 juta ha. Merujuk pada data tersebut, diperkirakan produksi Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 49,65 juta ton hingga September 2018. Kemudian diperkirakan total produksi GKG hingga akhir tahun 2018 mencapai 56,54 juta ton atau setara dengan 32,42 juta ton beras.

“Pemerintah Kemendagri RI harus bisa menjelaskan mengapa impor tetap dilakukan di tengah surplus berdasarkan data terbaru BPS. Keyakinan saya, Indonesia sejak reformasi 1998 alami defisit produksi beras. Itu satu-satunya jawaban mengapa harga beras hampir tak pernah turun,” tutur Romahurmuziy dalam unggahan pada akun resmi Twitter miliknya, Rabu (24/10).