Mengusut Kronologis Berita Hoax Ratna Sarumpaet

487
Mengusut Kronologis Berita Hoax Ratna Sarumpaet
Foto pribadi.

Belum sembuh duka di Palu dan daerah sekitar Provinsi Sulawesi, lini masa dikagetkan dengan beredarnya kabar bahwa aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet mengalami tindakan penganiayaan oleh sejumlah oknum di Bandung. Sayangnya, hal tersebut sempat dibenarkan oleh kubu Capres Prabowo dan Sandiaga Uno beserta jajarannya. Berita tersebut telah beredar di berbagai media sosial, berikut dengan gambar wajah Ratna Sarumpaet yang mengalami lebam.

Kendati begitu, banyak masyarakat melihat secara kritis di tengah ramainya pertanyaan tentang kebenaran berita penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Pasalnya, Ratna Sarumpaet mengaku telah dianiaya oleh sejumlah oknum di Bandung, Jawa Barat. Menurut informasi yang telah beredar, disebutkan bahwa Ratna Sarumpaet dianiaya oleh sejumlah orang di Bandara Husein Sastranegara Bandung (21/9). Kemudian dikabarkan pula Ratna Sarumpaet menghadiri Konferensi Internasional di Bandung.

Namun, Polisi telah menemukan fakta-fakta yang berlawanan dengan informasi yang telah dibuat oleh Ratna Sarumpaet. Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya telah melakukan penyelidikan terkait berita hoax yang telah beredar tersebut. Segera kabar berita tersebut terbukti merupakan kabar hoax, dan dokumen hasil penyelidikan telah beredar di tengah wartawan.

Di hasil penyelidikan awal, Polisi mengetahui bahwa wajah lebam Ratna Sarumpaet disebabkan oleh operasi plastik yang dilakukannya di sebuah klinik bedah di kawasan Menteng-Jakarta Pusat. Dan bukan karena penganiayaan seperti kabar yang ramai beredar selama ini. Penyelidikan Polda Jawa Barat menemukan pada tanggal 21 September 2018 tidak ada Konferensi Internasional di Bandung. Kemudian tidak ditemukan manifes atas Ratna Sarumpaet ataupun saksi mata yang melihat Ratna Sarumpaet di aniaya di Bandara Husein Sastranegara.

Baca juga: Gus Rommy: Masyarakat kritis Hadapi Berita Hoax

Polda Metro Jaya menyebutkan pada tanggal 20-24 September 2018, nomor telepon seluler Ratna Sarumpaet dinyatakan aktif di Jakarta dan bukan di Bandung. Polisi juga melakukan penyelidikan di RS. Bina Estetika dan menemukan bahwa pada tanggal 20-24 September 2018, Ratna Sarumpaet menjadi pasien di RS tersebut. Pernyataan itu diperkuat dengan rekaman CCTV dan adanya aliran dana keluar ke RS dari rekening Ratna Sarumpaet dan anaknya.

Hingga bukti-bukti ini sampai di permukaan, Ratna Sarumpaet kemudian mengadakan konferensi pers di Kampung Melayu Kecil-Jakarta Timur, Kamis (3/10). Terkait pemberitaan tentang penganiayaan dirinya, Ratna Sarumpaet meminta maaf dan mengaku telah berbohong. Melainkan dirinya menemui dokter bedah plastik di RS. Bedah Bina Estetika di Menteng-Jakarta Pusat dan menjalani operasi sedot lemak pipi, Jumat (21/9).

Di tempat terpisah, kubu Capres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menggelar konferensi pers di Kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta. Prabowo meminta maaf atas tindakan prematur yang telah dilakukannya dan menegaskan akan mengeluarkan Ratna Sarumpaet dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal tersebut lantaran kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno turut meramaikan berita hoax tersebut di media sosial.

Gus Rommy dan PPP menyayangkan adanya drama politik di tengah musibah yang terjadi di Palu dan daerah sekitar Provinsi Sulawesi Tengah. Gus Rommy menghimbau kepada masyarakat untuk kritis menghadapi berita hoax guna menghindari perpecahan antar golongan dalam mengawal Pilpres 2019.