M. Romahurmuziy Jelaskan Semangat Bushido Ala Jepang ke Generasi Milenial

2466
M. Romahurmuziy saat jadi pembicara dalam acara bertajuk "Peran Strategis Generasi Milenial dalam Merebut Peluang dan Tantangan Peradaban". Foto pribadi.

Selasa, (1/5/2018). M. Romahurmuziy atau yang akrab disapa Gus Rommy menjadi pembicara dalam acara “Peran Strategis Generasi Milenial dalam Merebut Peluang dan Tantangan Peradaban”.

Acara dihadiri ratusan peserta milenial baik dari mahasiswa, santri, dan beberapa organisasi kepemudaan seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Acara digelar di Pondok Pesantren Sunni Darussalam, Sleman, Yogyakarta pada pukul 20.00 W.I.B.

Peserta sangat terpukau dengan paparan Gus Rommy yang kaya data dan membuka wawasan. Uu’ Akhyaruddin peserta dari IPNU Sleman dan juga Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menggambarkan kesan yang didapat setelah acara berakhir.

“Gus Rommy ini adalah sosok pemimpin muda yang santri, berwawasan luas, dan apa yang disampaikan selalu segar dan penuh data,” tuturnya.

Dalam acara tersebut, Gus Rommy memberikan motivasi kepada anak muda untuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. “Kerja keras adalah ikhtiar semampu kita, kerja cerdas itu disertai inovasi, dan kerja ikhlas adalah bentuk niatan kita terhadap Allah,” kata Gus Rommy.

Gus Rommy memberi motivasi dan semangat generasi milenial dengan mencontohkan semangat Bushido ala Jepang. Bushido adalah semangat dan prinsip yang dipegang oleh para samurai di Jepang pada masanya. Beberapa prinsip Bushido adalah integritas (gi), keberanian (yu), kemurahan hati (jin), menghormati (rei), tulus-ikhlas (makoto).

Masyarakat Jepang sangat pekerja keras dan punya integritas yang tinggi. “Jepang adalah negara yang miskin sumber daya alam dan manusia. Dibandingkan Indonesia belum apa-apanya, namun kenapa Jepang bisa menjadi salah satu negara dengan ekonomi terkuat?” tanya Gus Rommy.

“Karena orang jepang sangat pekerja keras dan mampu berinovasi,” ungkap Gus Rommy.

“Jepang hancur pasca Perang Dunia II, tetapi bisa bangkit dari keterpurukan dengan berinovasi dalam bidang teknologi. Teknologi menjadi suatu yang penting di era sekarang,” tambah Gus Rommy.

Nasehat Gus Rommy kepada pemuda Indonesia untuk tidak takut menghadapi persaingan global. “Sebagai generasi milenial yang paham teknologi, kalian jangat takut hadapi persaingan global. Kalau bisa tenaga kerja Indonesia di luar negeri tidak hanya jadi pekerja kasar,” pungkas Gus Rommy.