Ketum PPP Tepis Broadcast ‘Pengesahan UU LGBT’: Tuduhan Keji!

211
Foto pribadi.

Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy atau Gus Rommy menegaskan bahwa partainya di legislatif menolak keras LGBT. Menurutnya, pesan Broadcast yang menyebut PPP mendukung LGBT merupakan tuduhan keji.

“Saya perlu menegaskan dalam kesempatan ini bahwa tuduhan itu tuduhan yang keji yang tidak bermoral dan tidak ada dasarnya sama sekali,” kata Gus Rommy di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Ia menegaskan tak ada pembahasan RUU di DPR yang berkaitan dengan pelegalan LGBT. Rommy pun menyatakan PPP menolak LGBT.

“Itu adalah kampanye hitam karena tidak ada hujan dan angin tiba-tiba ada tuduhan seperti itu. Padahal di DPR pun tidak ada UU yang bisa dihubungkan atau dikaitkan dengan disetujuinya keberadaan LGBT, kecuali revisi kita UU pidana masih berjalan,” sebutnya.

“Posisi PPP sejak Januari 2018 pertama kali digulirkan revisi KUHP partai kita tetap konsisten kapan pun juga menolak keberadaan LGBT, karena tidak ada ada satu agama yang memperbolehkan,” imbuh Gus Rommy.

Menurut Gus Rommy, LGBT tak dibenarkan dalam agama apa pun. Selain itu, dia menganggap LGBT bertentangan dengan Pancasila.

“Saya meyakini, fraksi kami juga meyakini bahwa yang diletakkan dalam sila pertama di Pancasila mengharamkan LGBT,” ujar Gus Rommy.

Perihal broadcast message pengesahan UU LGBT itu juga telah dibantah Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dia menegaskan, dalam UU yang yang sedang disusun DPR saat ini, baik RUU KUHP maupun RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), tidak ada yang membuka ruang untuk melegalkan LGBT.

“Nah ini yang perlu diluruskan. Tidak ada satu kalimat pun yang memberi ruang dan peluang bagi pengesahan adanya LGBT maupun perzinaan, baik itu di KUHP maupun RUU PKS. Jadi saya yakinkan dan saya nyatakan dengan tegas tidak ada itu,” kata Bamsoet.

Bunyi broadcast message tersebut adalah sebagai berikut (tanpa diedit):

“Innalilahi wa Inna ilahi Raji’un LGBT telah disahkan UUD LGBT. Ternyata PPP & PKB ikut mendukung. Infonya spt ini: Tidak dipublikasikasikan pak, sengaja takut dikonfrontasi..yg jelas fraksinPKS, Gerindra, PAN nangis di DPR”.