Gus Rommy Berharap RUU Pesantren dan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Pendidikan Agama

410
Gus Rommy Berharap RUU Pesantren dan Pendidikan Bisa Tingkatkan Mutu Pendidikan Agama
Foto pribadi.

Kamis (13/9), Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan pendidikan Agama telah disetujui dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) secara aklamasi menjadi RUU Usul Inisiatif DPR RI. Selangkah lagi keputusan ini akan disampaikan di rapat paripurna dan ditetapkan menjadi RUU inisiatif DPR RI. Gus Rommy berharap, RUU Pesantren dan Pendidikan dapat meningkatkan mutu pendidikan agama.

Sejak 2013 lalu, RUU tersebut telah dikawal oleh Fraksi PPP dengan nama RUU Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren hingga pada 2018 masuk dalam Prolegnas oleh Badan Legislasi. Dalam penyusunannya, PPP bekerjasama dengan tenaga ahli Baleg, PPP, dan PKB. Selain itu, PPP juga meminta masukan dari pimpinan Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan.

Terdiri dari 8 Bab dan 17 pasal, RUU ini akan mengatur sistem pendidikan keagamaan di Indonesia yang selama ini dianggap belum terlalu diperhatikan, sehingga diharapkan akan meningkatkan daya akses, peningkatan mutu, dan daya saing pendidikan keagamaan.

RUU tersebut juga akan meningkatkan perhatian pemerintah kepada pendidikan Islam, dengan 20 persen APBN untuk sektor pendidikan yang akan dinikmati oleh madrasah dan pesantren.

Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Mawaridussalam-Sumatera Utara pada Sabtu (6/4) lalu, Gus Rommy menyampaikan tausiyah kepada 1.500 santri. Gus Rommy menuturkan bahwa pesantren dan madrasah akan menjadi tempat persemaian tentara-tentara Allah untuk memajukan Islam dan Indonesia. Sehingga santri dapat turut aktif berperan di kancah politik dan menjadi pemimpin bangsa untuk Indonesia lebih baik.

“Prinsipnya, jangan buang waktu, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Itu yang menjadi patokan menjadi sukses,” tutur Gus Rommy dalam memberikan motivasi semangat belajar kepada para santri untuk kemudian dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat.

RUU ini nantinya akan mencakup pendidikan keagamaan bagi seluruh agama yang ada di Indonesia adalah Islam, Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha, guna memperkokoh nilai pancasila dalam kehidupan bernegara.