Dapat Buku Dengan Diskon, Gus Rommy Turut Meramaikan IIBF 2018

706
Dapat Buku Dengan Diskon, Gus Rommy Turut Meramaikan IIBF 2018
Foto dokumentasi istimewa.

Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) kembali digelar di Jakarta. Alih-alih mendapatkan banyak buku dengan harga terbaik, Gus Rommy turut meramaikan IIBF di Jakarta Convention Center (JCC). Gus Rommy juga mengatakan, di IIBF 2018 terdapat banyak buku dengan pilihan genre yang variatif mulai dari fiksi hingga non fiksi.

Dalam video singkat berdurasi 23 detik yang diunggah di akun resmi instagram dan twitter miliknya, Gus Rommy sedang berdiri di tengah tumpukan buku dimana terdapat banyak diskon. Gus Rommy juga mengajak kepada semua rekan-rekan yang sedang mencari aneka buku untuk datang meramaikan IIBF 2018.

Merupakan acara tahunan, kali ini IIBF 2018 mengusung tema “Creative Work Towards the Culture of Literacy”. Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai penyelenggara acara, berharap IIBF 2018 dapat menjadi jembatan perbukuan internasional di sektor pasar global bagi para penerbit. Terlebih pada 2015 silam, Indonesia menjadi guest of honor di Frankfurt Book Fair.

Baca juga: Tak Hanya Indomie, Gus Rommy Berharap Produk Lain Indonesia Bisa Kuasai Pasar Luar Negeri

“Saat ini, di tingkat global, banyak yang ingin tahu Indonesia dan sangat antusias hadir disini. Apalagi setelah Indonesia menjadi Tamu Kehormatan di Frankfurt Book Fair 2015.” kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina, Senin (10/9).

Resmi dibuka pada Rabu (12/9) hingga Ahad (16/9) di JCC yang terletak di Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno, IIBF 2018 menampilkan 500 penerbit dengan 7000 judul buku. Sebanyak 17 negara turut hadir dalam pameran IIBF 2018, lebih dari 100 acara akan meramaikan perhelatan IIBF 2018 dan pengunjung di targetkan mencapai 120 ribu.

Mengingat banyaknya buku-buku terjemahan yang diterbitkan di dalam negeri, diharapkan pengunjung dapat bertemu langsung dengan penerbit-penerbit luar negeri. Wakil Ketua Bekraf, Ricky Joseph Pesik juga menuturkan bahwa buku terbukti memiliki dampak paling besar bagi industri kreatif seperti film, musik, dan pariwisata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terkini juga menyebutkan bahwa perbukuan merupakan subsektor kreatif yang lumayan besar.