Bekerjasama dengan OKI, Indonesia Melalui BPOM Akan Kembali Menjadi Tuan Rumah Acara Internasional

274
Bekerjasama dengan OKI, Indonesia Melalui BPOM Akan Kembali Menjadi Tuan Rumah Acara Internasional
Foto dokumen istimewa.

Indonesia kembali akan menjadi tuan rumah acara internasional di penghujung tahun 2018 ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah acara internasional di penghujung tahun 2018.

Indonesia melalui BPOM menggagas pertemuan pertama antara Otoritas Regulatori Obat negara-negara anggota OKI. Berawal dari rasa solidaritas, Indonesia berkolaborasi dengan 55 Negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mewujudkan kemandirian obat & vaksin di Negara2 OKI.

Pertemuan tersebut akan diselenggarakan di Hotel Fairmont, Jakarta pada tanggal 21-22 November 2018 dengan tema “Strengthening Collaboration Amongst The OIC NMRAs Towards Self-Reliance of Medicines And Vaccines”.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia telah meningkatkan hubungan bilateral dengan Palestina, dengan menempatkan Palestina sebagai salah satu negara prioritas yang menerima bantuan pengembangan kapasitas di antara negara-negara berkembang. Prioritas tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam kerangka kerja Kerjasama Selatan-Selatan. Program peningkatan kapasitas yang disediakan oleh Pemerintah Indonesia di Palestina dilakukan di berbagai bidang untuk mendukung pembangunan multi-sektor di Palestina, salah satunya di bidang kesehatan.

Baca juga: Dibekali Pengetahuan Visi dan Misi, Romahurmuziy Optimis P3L Berikan Kontribusi di Pemilu 2019

Pada kunjungan kerja ke Yordania dan Markas Besar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada bulan November 2017 lalu, Kepala BPOM RI Penny K. Lukito menyampaikan komitmen BPOM RI untuk mendukung Palestina dalam pengembangan kapasitas obat-obatan dan fungsi rutinisasi makanan, yaitu otorisasi uji klinis, otorisasi pemasaran, inspeksi peraturan, pengujian laboratorium, release vaksin, farmakovigilan serta pengawasan dalam bentuk pelatihan dan saran teknis.

“Selain itu BPOM RI juga secara aktif akan mendorong asosiasi farmasi dan makanan dari Indonesia untuk berpartisipasi dalam menyediakan obat-obatan dan makanan bagi warga Palestina,” ungkap Kepala BPOM RI. “Pemerintah Palestina telah menyambut baik komitmen BPOM RI untuk mendukung kapasitas regulator Palestina.” lanjutnya.